Tingkat Kepadatan Tulang

Meningkatkan MASSA TULANG

Pembentukan tulang terjadi sewaktu janin, balita dan masa kanak-kanak. Untuk mencegah osteoporosis perlu dicapai kepadatan massa tulang yang optimal (peak bone mass). Semakin tinggi kepadatan massa tulang yang tercapai, semakin kecil resiko memperoleh osteoporosis.

Namun anak Indonesia yang tidak memperoleh asupan kalsium yang memadai telah meningkat.  Jumlah anak yang kurang gizi telah mencapai lebih dari 5 juta orang, bahkan diantaranya menderita busung lapar. Kekurangan protein, kalsium dan vitamin D yang berkepanjangan waktu anak-anak sangat mempengaruhi pembentukan tulang. Hal ini akan memicu munculnya osteoporosis pada usia yang lebih muda.

Resiko osteoporosis meningkat pada orang yang sangat kurus, yang mengurangi makan waktu muda ala model, sangat berpengaruh dalam penapaian tingkatan puncak massa tulang. Resiko osteoporosis juga meningkat jika adiksi merokok atau peminum alcohol.

Selain itu Indonesia yang merupakan Negara dengan penduduk tertinggi ke empat di dunia, setelah China, India dan USA, jumlah manusia usia lanjutnya juga sangat meningkat (kecepatan 414%) jelas akan menambah resiko kejadian osteoporosis di masa depan, apalagi bila tidak dicegah dari awal.

Menurut Menzies Research Institute, Hobart, Australia, anak-anak yang menonton TV lebih dari 3 (tiga) jam sehari, akan tertahan pertumbuhannya, bahkan dapat terhenti pertumbuhannya. Ternyata anak-anak yang mononton TV selama 4-5 jam sehari, tidak tumbuh dalam periode penelitian selama 6 minggu.

Hal ini dibandingkan dengan anak berumur sama yang hanya menonton sejam sehari, yang ternyata tumbuh 3-4 cm dalam waktu 6 minggu tersebut. Anak-anak yang menonton selama 2-3 jam sehari tumbuh 1-4 cm selama 6 minggu penelitian. Penyebabnya adalah mereka kurang memperoleh vitamin D yang membantu tulang tumbuh.

Tulang harus digunakan seperti halnya otot, harus digerakkan setiap hari untuk mempertahankan kekuatannya. Tulang jika diberi beban lebih dari biasa (olahraga), apalagi olahraga beban pada usia muda dapat membantu dalam mencapai titik optimal masa tulang.

 

Sebaliknya jika menderita sakit dan terpaksa opname di rumah sakit, para dokter telah menemukan bahwa pasien telah kehilangan massa otot dan tulangnya, apabila terpaksa berbaring lama. Hanya berbaring seminggu setelah doperasi, kadar kalsium dalam urine akan meningkat. Ketidakaktifan akan menyerap massa tulang. Untunglah terutama pada anak massa otot dan tulang lekas kembali. Inilah alasan mengapa pasien disuruh cepat duduk dan jalan setelah melahirkan, operasi dan lain-lain. Ternyata astronot yang keluar angkasa (taka da gravitasi) kehilangan 1% amssa otot dan tulangnya dalam waktu seminggu, sehingga astronot yang pertama dikirim keangkasa harus digengon ketika kembali ke bumi saking lemahnya otot. Sekarang telah ada latihan khusus untuk menghindari ini.