Edukasi Cegah Dini Osteoporosis

EDUKASI CEGAH DINI OSTEOPOROSIS

"Progam kepedulian terhadap permasalahan osteoporosis dan penanganannya yang dikembangkaan oleh banyak pihak yang peduIi terhadap osteoporosis sangatlah bermanfaat.”

 

Program kepedulian terhadap permasaiahan osteoporosis dan penanganannya  yang dikembangkan aleh banyak pihak yang peduli terhadap osteoporosis sangatlah bermanfaaf. Biasanya program berisi informasi edukasi dan pendampingan bagi pasien osteoporosis yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang osteoporosis dan penanganannya, serta meningkatkan kualitas hidup pasien tersebut diharapkan berperan dalam upaya menurunkan angka kejadian patah tulang di Indonesia akibat osteoporosis.

Melalui edukasi sejak dini kepada masyarakat diharapkan akan memberikan pemahaman osteoporosis dengan lebih baik, mampu mengambil keputusan yang benar terkait dengan kesehatan tulang mereka, memahami dan mengevaluasi faktor resiko yang ada pada diri mereka. Selain itu ada juga yang melakukan tes kepadatan mineral tulang, mendapatkan akses Terhadap penanganan osteoporosis yang baik dan program dukungannya, menyampaikan kepada keluarga dan teman tentang kesehatan tulang, memperbaiki perilaku mereka dan keluarga yang menunjang kesehatan tulang. Program program tersebut di atas diharapkan bisa membantu pasien osteoporosis Tetap depat mempertahankan kualitas hidup dan dengan menyediakan program dukungan untuk mendukung penerapan gaya hidup yang lebih sehat.

Adapun media komunikasi edukasi dapat berupa layanan telepon bebas pulsa yang menyediakan informasi dan edukasi osteoporosis bagi masyarakat serta program pendukung bagi pasien osteoporosis, dapat juga melalui situs, materi edukasi berupa brosur, leaflet, kartu. Adapun target komunikasi edukasi diantaranya masyarakat awam pada umumnya dengan memberikan informasi tentang osteoporosis sebagai penyakit, Faktor resiko, dan dampak buruknya serta penanganan osteoporosis secara umum yang meliputi pengaturan makan, fisik, perubahan perilaku dan pengabatan yang aman, nyaman. efektif sesuai dengan petunjuk dokter.Penting nya melakukan deteksi dini dan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dengan lebih apakah berisika atausudah terkena osteoporosis. Pasien yang sudah diresepkan obat osteoporosis sebulan sekali oleh dokter harus disertai dengan pemberian informasi tentang pendekatan terpadu untuk melawan osteoporosis yang meliputi pengaturan makan, aktifitas fisik, perubahan perilaku dan pengobatan yang relatif aman, nyaman dan efektif sesuai dengcn petunjuk dokter. Cara minum obat yang sudah diresepkan dengan benar sehingga obat dapat bermanfaat dengan maksimal.

Pentingnya minum obat secara teratur sebagai gaya hidup untuk meningkatkan harapan kesembuhan. Mengingatkan pasien untuk berkonsullasi ke dokder yang dapat memantau hasii terapi dalam jangka panjang sehingga meningkatkan kualitas hidup. Penting sekali perneriksaan BMD (Bone Mass Density/Kepadatan Massa Tulang) dan konsultasi secara berkala ke dokder untuk menilai tingkat keberhasilan penatalaksanaan osteoporosis.

Kampanye lanjutan adalah kampanye uniuk menggugah pasien yatiu dengan membagikan kisah suksesnya melawan osteoporosis. Keberhasiian pasien dalam mengalahkan osteoporosis adalah sumber inspirasi bagi banyak orang yang saat ini tengah berjuang untuk memiliki tulang yang iebih sehat. Kisah tersebut meniadi lebih bermakna jika dibagikan pada mereka yang membutuhkan.

Penting di Usia Muda 

Tulang manusia mengalami peluruhan dan pembentukan secara berkesinambungan. Pada saat usia muda, pembentukan tulang berlangsung lebih cepat dibandingkan resorpsinya. Sementara itu, pada usia tua resorpsi berlangsung lebih cepat dibandingkan formasinya. oleh karena itu pada usia tua terjadi prases kehilangan massa tulang.

Perkembangan maksimal massa tulang selama penumbuhan dan reduksi tulang pada saat usia lanjut adalah dua masalah utama dalam strategi pencegahan osteoporosis. Untuk mencapai tujuan ini, terdapat tiga pedoman utama yang direkomendasikan. Pertama, mengonsumsi gizi yang cukup untuk memperbaiki bahan dasar untuk pembentukan tulang. Kedua, oiahraga secara teratur karena stimulus pembebanan dan tarikan pada olahraga depat meningkatkan kepadatan tulang. Ketiga, konsumsi obat obatan yang menghambat prases resorpsi.

Kalsium adalah mineral utama di dalam tulang, dan 99% kalsium dalam tubuh terdapat di dalam jaringan tulang. Massa jaringan tuiang adalah faktor penentu risiko kerapuhan tulang baik pada anak anak maupun dewasa lebih dari 40% massa puncak pembentukan tulang dewasa terjadi pada saat remaja. Pada periode ini terjadi perubahan gaya hidup, termasuk pada pemenuhan asupan kalsium.

Pads masa remaja diperlukan asupan gizi yang cukup untuk mencapai pertumbuhan fisik. Hal ini diperlukan mengingat kecepatan pertumbuhan fisik saat remaja adalah ke dua tercepat setelah masa bayi. Pada masa ini sekitar 20% tinggi badan dan 50% berat badan seseorang telah tercapai. Untuk memaksimalkan rerensi kalsium tubuh, wanita remaja umur 12 - 15 tahun memerlukan konsumsi sedikitnya 1300 mg kaisium setiap hari. *Hasil studinya juga menunjukkan bahwa asupan kaisiurn sebesar 1200 mg Per hari hanya menghasiikcn 57% dari retensi kalsium maksimum. Tidak ada ruginya mempelajari sejak dini tentang osteoporosis karena bermanfaat untuk menambah wawasan kita.